LAPORAN KUNJUNGAN WISATA || MANAJEMEN PARIWISATA STIE PARIWISATA API
LAPORAN KUNJUNGAN WISATA
DESA PENTINGSARI, TURI, SLEMAN
YOGYAKARTA
DISUSUN
OLEH:
- Dwi Choirul Anam
- Raxy irawan
- Chrisnanda Agasta Dwi Wardhana
- Reinard Aribowo
- Nurul Aeni Safitri
- Indah Setiawati
JURUSAN S1 MANAJEMEN PARIWISATA
STIE PARIWISATA API
YOGYAKARTA
2016
DAFTAR
ISI
DAFTAR ISI………………………………………..………………..………………………..1
KATA PENGANTAR……………………………...……………………………………….…2
BAB 1
PENDAHULUAN
- Latar Belakang………...……..….………………………………………………...…..3
- Rumusan masalah………………...………………………………………………........3
- Tujuan dan Manfaat…...……………...….………………………………………….....3
BAB 2
ANALISA
- Kebijakan Pemerintah dalam Pengembangan Pariwisata…………..…………...….…4
- Produk dan Potensi…………………………………………………………...………..6
- Kelembagan………………………………………………………………...……...…..9
BAB 3
PENUTUP
- KESIMPULAN………………………………………………………..……………..11
- DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………...………13
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur senantiasa kita
panjatkan kehadirat Tuhan yang telah
memberikan
kesehatan, dengan ini kami dapat
menyelesaikan makalah laporan kunjungan ke Desa Wisata Pentingsari ini dengan
baik meskipun banyak kekurangan didalamnya, Kami sangat beharap makalah ini
dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan mengenai Desa
Wisata utamanya Desa Pentingsari,
Makalah ini disusun berdasarkan apa yang Penulis dapat dari dosen pengampu mata
kuliah kerja Lapangan dan
sumber–sumber literatur lain yang relevan. Namun demikian Penulis
menyadari jika adanya kekurangan–kekurangan di dalam makalah ini dan oleh
karena kekurangan itu untuk dapat terlengkapi melalui diskusi serta bimbingan
dan arahan dari dosen pengampu.
Cukup sekian yang dapat Penulis ungkapkan dalam kata pengantar ini, semoga
dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Demikian dan terima kasih.
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar BelakangPariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat, sehingga membawa berbagai manfaat terhadap masyarakat setempat dan sekitarnya. Bahkan pariwisata dikatakan mempunyai energi dobrak yang luar biasa, yang mampu membuat masyarakat setempat mengalami metamorphose dalam berbagai aspeknya.Pariwisata mempunyai banyak manfaat bagi masyarakat bahkan bagi Negara sekalipun, manfaat pariwisata dapat dilihat dari berbagai aspek/segi yaitu manfaat pariwisata dari segi ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, nilai pergaulan dan ilmu pengetahuan, serta peluang dan kesempatan kerja.Wisata adalah suatu proses bepergian yang bersifat sementara yang dilakukan seseorang untuk menuju tempat lain di luar tempat tinggalnya. Motif kepergiannya tersebut bisa karena kepentingan ekonomi, kesehatan, agama, budaya, social, politik, dan kepentingan lainnya. (Gamal : 2004)
- Rumusan MasalahAdapun beberapa masalah yang dapat dirumuskan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
- Apa Yang Di Maksud Dengan Desa Penglipuran?
- Kebijakan yang bagaimana dari pemerintah untuk pariwisata?
- Bagaimana Bentuk Kearifan Lokal Desa Pentingsari?
- Tujuan dan ManfaatTujuan dan manfaat dibuatnya makalah ini adalah agar para pembaca :
- Dapat mengerti dan lebih memahami tentang pengertian Pariwisata.
- Dapat mengerti dan lebih memahami tentang objek wisata yang ada di Desa Wisata Pentingsari.
BAB 2
ANALISA
- Kebijakan pemerintah dalam bidang pengembangan pariwisata
Untuk mendukung perkembangan pariwisata di Indonesia
khusunya di daerah Yogyakata, tentunya peranan pemerintah sangat
diperlukan.Peran pemerintah yang sangat penting terutama dalam melindungi
wisatawan dan memperkaya atau mempertinggi pengalaman perjalanannya. Peran atau
peraturan – peraturan yang penting yang harus dibuat penerintah untuk
kepentingan tersebut adalah:
- Peraturan perlindungan wisatawan terutama bagi biro perjalanan wisata yang mengharuskan wisatawan untuk membayar uang muka ( deposit payment ) sebagai jaminan pemesanan jasa seperti akomodasi,tour dan lain –lain
- Peraturan keamanan kebakaran yang mencakup pengaturan dengan jumlah minimal lampu yang ada dimasing – masing lantai hotel dan alat pendukung keamanan lainnya
- Peraturan keamanan makan dan kesehatan yang mengatur mengenai standar kesehatan makanan yang disuguhkan kepada wisatawan
- Peraturan standar kompetensi pekerja – pekerja yang membutuhkan pengetahuan dan keahlian khusus seperti pilot, sopir dan nahkoda
Selain itu, pemerintah juga bertanggung jawab atas
pengelolaan sumber daya alam seperti:
- Flora dan Fauna yang langka
- Air tanah dan juga udara agar tidak terjadi pencemaran yang dapat mengganggu bahakan merusak suatu ekosistem
Oleh karena itu, penerapan semua peraturan pemerintah dan
undang – undang yang berlaku mutlak dilaksanakan oleh pemerintah. Didalam
pengembangan pariwisata harus merupakan pengembangan yang berncana secara
menyeluruh, sehingga dapat diperoleh manpaat yang optimal bagi masyarakat, baik
dari segi ekonomi, sosial dan kultural. Perencanaan tersebut harus
mengintegrasikan pengembangan pariwisata kedalam suatu program pembangunan
ekonomi, fisik, dan sosial dari suatu negara. Disamping itu, rencana tersebut
harus mampu memberikan kerangka kerja kebijakan pemerintah, untuk mendorong dan
mengendalikan pengembangan pariwisata.
Peranan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata dalam
garis besarnya adalah menyediakan infrastruktur ( tidak hanya bentuk fisik ),
memperluas berbagai fasilitas, kegiatan koordinasi antara aparatur pemerintah
dengan pihak wisata, pengaturan dan promosi umum keluar negeri. Tidak dapat
dipungkiri bahwa hampir diseluruh daerah Indonesia terdapat potensi pariwisata,
maka yang diperhatikan adalah saran transportasi, keadaan infrastruktur dan
sarana – sarana pariwisata.
- Lokasi penelitian
Desa wisata Pentingsari adalah salah satu desa wisata
yang ada di Yogyakarta, terletak di Kabupaten Sleman tepatnya di
Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan. Secara geografis, desa wisata
Pentingsari berada di bawah kaki gunung Merapi, membuat desa ini selalu di
selimuti hawa sejuk baik siang atau pun malam.
PentingPPsari adalah
sebuah Dusun yang ditetapkan sebagai desa wisata sejak tahun 2008, tiap tahun
kunjungan ke desa wisata ini selalu meningkat, khususnya wisatawan manca
negara. Seperti desa
wisata Tembi di Kabupaten Bantul, desa wisata Pentingsari juga
mengedepankan keaslian budaya, alam dan sosial sebagai daya terik utamanya.
Jika diperhatikan di Peta, bentuk geografi dari desa
wisata Pentingsari terlihat unik, berbentuk seperti semenanjung, di sebelah
selatannya terdapat lembah Ponteng dan Gondoran, di sebalah barat
terdapat lembah yang curam yaitu kali Kuning. di timur juga terdapat
lembah Kali Pawon, dan di sebelah utaranya merupakan pemukiman warga
lokal dan hamparan luas dari pemandangan gunung Merapi.
Desa wisata Pentingsari punya potensi besar sebagai
salah satu destinasi wisata unggulan, selain memiliki pemandangan yang indah di
latari landskap megahnya gunung Merapi, desa wisata ini memiliki 3 aspek
unggulan yang membuatnya selalu ramai dikunjungi.
- Produk dan potensi
Authenticity
(Keaslian)
Arsitektur
bangunan, pola lansekap serta material yang digunakan dalam pembangunan
haruslah menonjolkan ciri khas desa, mencerminkan kelokalan dan keaslian
wilayah setempat.
Local Tradition (Tradisi
Masyarakat Setempat
Suatu
desa yang tata cara dan ada istiadatnya masih mendominasi pola kehidupan
masyarakatnya, dalam pengembangannya sebagai atraksi wisata harus disesuaikan
dengan tata cara yang berlaku di desanya.
Community involvement (Keterlibatan
Masyarakat)
Unsur
penting dalam pengembangan desa wisata adalah keterlibatan masyarakat desa
dalam setiap aspek wisata yang ada di desa tersebut. Pengembangan desa wisata
sebagai pengejawantahan dari konsep Pariwisata Inti Rakyat mengandung arti bahwa
masyarakat desa memperoleh manfaat sebesar-besarnya dalam pengembangan
pariwisata. Masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata dalam bentuk
pemberian jasa dan pelayanan yang hasilnya dapat meningkatkan pendapatan
masyarakat diluar aktifitas mereka sehari-hari.
Attitudes and values (Sikap
dan Nilai)
Pengembangan
pariwisata di suatu desa pada hakekatnya tidak merubah apa yang sudah ada di
desa tersebut, tetapi lebih kepada upaya merubah apa yang ada di desa dan
kemudian mengemasnya sedemikian rupa sehingga menarik untuk dijadikan atraksi
wisata. Pembangunan fisik yang dilakukan dalam rangka pengembangan desa seperti
penambahan sarana jalan setapak, penyediaan MCK, penyediaan sarana dan
prasarana air bersih dan sanitasi lebih ditujukan untuk meningkatkan kualitas
lingkungan yang ada sehingga desa tersebut dapat dikunjungi dan dinikmati
wisatawan.
Conservation and Carrying capacity (Konservasi
dan Daya Dukung)
Prinsip-prinsip
pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism) harus mendasari pengembangan
desa wisata. Pengembangan yang melampaui daya dukung akan menimbulkan dampak
yang besar tidak hanya pada lingkungan alam tetapi juga pada kehidupan sosial
budaya masyarakat yang pada akhirnya akan mengurangi daya tarik desa tersebut.
Beberapa bentuk keterlibatan masyarakat tersebut adalah penyediaan fasilitas
akomodasi berupa rumah-rumah penduduk (home stay), penyediaan kebutuhan
konsumsi wisatawan, pemandu wisata, penyediaan transportasi lokal, pertunjukan
kesenian, dan lain-lain.
Potensi-potensi yang ada di Desa
wisata pentingsari
Obyek
wisata
a) Pancuran Suci Sendangsari
Pancuran ini dipercaya oleh masyarakat dusun Pentingsari dan
sekitarnya sebagai tempat bertemunya Dewi Nawang Wulan dan Joko Tarup bisa
menyembuhkan berbagai penyakit dan membuat awet muda dengan minum atau cuci
muka dengan air ini, lokasi obyek ini sangat dekat dengan nuansa mistis
dan nuansa keindahan lembah sungai kuning.
b) Luweng
Luweng merupakan salah satu bukti
betapa luasnya perjuangan Pangeran Diponegoro dalam mengusir penjajah Belanda
di Yogyakarta , luweng pada saat itu digunakan sebagai alat masak warga
dusun Pentingsari dalam menyediakan konsumsi bagi tentara Pangeran Diponegoro,
disamping sebagai tempat persembunyian bila dalam posisi terdesak.
c) Rumah Joglo
Rumah ini merupakan rumah adat di
DIY dan Jawa Tengah. Rumah
Joglo berada di poros Desa Wisata Pentingsari, disamping
menampilkan karakteristik keindahan dan budaya di rumah Joglo ini dapat
digunakan sebagai tempat pertemuan, diklat, pentas seni dan budaya.
d) Wisata Alam
Kondisi lingkungan di Dewi Peri
masih sangat alami hembusan udara yang sejuk, rindangnya berbagai jenis
tanaman, riuhnya suara ocehan burung di alam bebas, ramahnya penduduk
desabisa dijumpai di sepanjang jalan dusun Pentingsari, sementara
di sisi yang lain hamparan sawah, berbagai jenis tamanan sayur-sayuran yang
sudah dikelola dengan sistem yang baik oleh penduduk memberi warna keindahan
tersendiri Desa Wisata Pentingsari.
e) Batu Dakon
Batu dakon yang ada di Dewi berbeda
dengan batu dakon pada umunya yang biasa digunanakan untuk bermain anak-anak
,disamping memiliki nilai mistis batu dakon ini konon masih ada kaitanya
dengan obyek Luweng, batu ini dipercaya sebagai tempat mengatur setrategi
perang dan meramal nasip pada waktu perjuangan mengusir penjajah
Belanda.
f) Batu Persembahan
Batu Persembahan dipercaya digunakan
sebagai tempat persembahan kepada ular besar yang singgah di Ponteng yang
dipercaya sebagai anak dari Baru Klinting yang singgah di Gunung Merapi, bentuk
persembahan dipercaya seekor kera yang datang dari Gunung Merapi tiap bulan
Suro (bulan jawa).
g) Ponteng
Tempat pertemuan sungai Kuning dan
Sungai Pawon (tempuran) di Ujung Selatan Dusun Pentingsari di percaya ada
sebuah goa sebagai tempat singgahnya ular besar anak dari baru klinting.
h) Jalur Traking
Kondisi alam di Desa Wisata
Pentingsari yang diapait oleh Dua Sungai (Sungai Pawon dan Sungai Kuning)
sangat cocok untuk traking remaja, anak-anak, dewasa dan
orang tua dengan melewati jalur susur sungai, melewati hamparan sawah,
naik turun tebing dengan terowongan yang sangat unik dan indah, melewati
ditengah rindangnya berbagai jenis tanaman kehutanan.
- Kelembagaan desa pentingsari
KELEMBAGAAN
DESA WISATA PADA UMUMNYA:

Biasanya masih banyak
seksi-seksi sehingga menjadi tidak efektif. Tujuan utama Desa Wisata memang
sebanyak mungkin pelibatan masyarakatnya, tetapi bukan berarti semua harus
dilibatkan dalam semua proses saat menerima tamu. Harus ada pembagian yang
jelas dan penjadwalan.
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
Pemberdayaan Masyarakat di Desa
Wisata Pentingsari dilakukan dengan cara mengajak seluruh masyarakat untuk ikut
berpartisipasi dalam segala kegiatan yang menyangkut Desa Wisata. Pemberdayaan
Masyarakat di Desa Wisata Pentingsari telah dibagi sesuai dengan kemampuan dan
usianya. Bagi bapak-bapak yang masih tergolong muda dan pemuda pemudi dijadikan
sebagai pemandu Desa Wisata. Sedangkan ibu-ibu diberdayakan dalam bidang
konsumsi yaitu ketika tamu datang dalam jumlah besar maka mereka bertugas untuk
memasak makanan untuk tamu sesuai permintaan tamu atau wisatawan yang datang
misalnya dalam bentuk nasi dos atau prasmanan.
Proses pemberdayaan masyarakat akan
terlihat lebih maksimal apabila ada tamu atau wisatawan yang datang karena akan
banyak masyarakat yang diberdayakan. Pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata
Pentingsari juga dilakukan dengan cara mengadakannya pelatihan-pelatihan dari
pemerintah seperti dari Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian, Balai
Latihan Kerja Yogyakarta maupun dari mahasiswa KKN, Himpunan Pariwisata
Indonesia (HPI) dan tim yang sudah berpengalaman dalam bidang pariwisata
seperti pelatihan home industry, pelatihan pengolahan jamur,
pengolahan kopi, pelatihan bahasa inggris, pelatihan pemandu, pelatihan outbond dan
masih banyak pelatihan yang diadakan, tujuannya untuk lebih meningkatkan
potensi dan pengetahuan warga masyarakat Desa Wisata Pentingsari.
Faktor penghambat pemberdayaan yang
dilakukan di Desa Wisata Pentingsari yaitu faktor internal yang pertama adalah
kesadaran terhadap partisipasi dalam pemberdayaan masyarakat terkadang dirasa
masih kurang oleh pengelola. Faktor internal yang kedua adalah setiap
masyarakat daya tangkap dan pemikirannya berbeda-beda, selain itu kesibukan
tiap masyarakat mempunyai kesibukan masing-masing sehingga kurang maksimal
dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Faktor penghambat dari luar atau faktor eksternal yang
menghambat adanya pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Pentingsari adalah
dari pemerintah, terkadang dana yang dijanjikan oleh pemerintah datangnya tidak
tepat pada waktunya atau tidak sesuai yang dijanjikan oleh pemerintah, maka
masyarakat harus menunggu dana itu sampai cair dahulu agar dapat melanjutkan
program pemberdayaan yang sudah direncanakan sebelumnya.
Dampak adanya Pemberdayaan
Masyarakat di Desa Wisata Pentingsari mempunyai dampak yang positif. Dampak
pemberdayaan yang ada di Desa Wisata Pentingsari tidak hanya pada satu bidang
saja, melainkan juga berbagai bidang. Dampak pemberdayaan masyarakat di Desa
Wisata Pentingsari di bidang ekonomi adalah meningkatkan pendapatan masyarakat
Desa Wisata Pentingsari. Sementara pada bidang sosial, pemberdayaan masyarakat
di Desa Wisata Pentingsari juga memberikan dampak yang sangat besar seperti
masyarakatnya kini bertambah akrab satu sama lain. Pemberdayaan masyarakat di
Desa Wisata banyak membuka lapangan pekerjaan, dan banyak meyerap tenaga kerja
sehingga mengurangi jumlah pengangguran terutama bagi penduduk Desa Wisata
Pentingsari.
- Daftar Pustaka
- Departemen Pariwisata, 1999. Pariwisata Inti Rakyat
- Rahardjo, Adisasmita. 2006. Membangun Desa Partisipatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
- Pembangunan Masyarakat Desa menyongsong abad 21: menuju Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat. Yogyakarta: Aditya Media.(Sumber: Arsip Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman)
Comments
Post a Comment